Balonku (Hanya) Dua

Bisa juga dibaca disini :
http://jejakubikel.com/2011/01/13/balonku-hanya-dua/


Balonku (Hanya) Dua



Aku hanya punya dua, meski orang lain selalu punya lima. Ya, aku juga pernah menyanyikan lagu yang sama, tapi aku tak pernah benar-benar punya lima. Cukup dua saja, kata ibuku dua sudah cukup.


Siang dan Malam. Kaya dan Miskin. Tua dan Muda. Boros dan Hemat. Hidup dan Mati. Selalu saja satu pasang kata yang diajarkan padaku. Setelah ibu meninggal baru aku tahu ada senja di antara siang dan malam, ada perjuangan di antara hidup dan mati, serta hal-hal lain yang terselip di antara dua kata yang berpasangan.


Aku pecahkan balon hitam dan balon putih pemberian ibu. Aku mau beli balon dengan banyak warna, karena hidup bukan hanya bicara hitam dan putih

Comments