Hanya Badut

Bisa juga dibaca di sini :

Hanya Badut

Aku cinta anak-anak, maka aku menjadi badut. Aku ingin anak-anak di sekelilingku bahagia. Aku bisa melupakan masa kecilku yang tak bahagia karena tak mengenyam pendidikan. Tapi, akhirnya ada satu hal yang membuatku menyesal menjadi badut.

Hari ini, kau dan dia meminta berfoto denganku. Aku tahu betul kalian berpacaran karena saling menggenggam tangan, saling bercanda mesra di hadapanku.

Andai aku bukan badut, aku pasti sudah melamarmu hingga kau tak sempat berpacaran dengan lelaki itu. Tapi aku hanya badut, yang bahkan tak pernah berani berbincang denganmu, Manajerku, di luar urusan pekerjaan.

Cintaku padamu tak terbalas, setidaknya cintaku pada anak-anak terbalas. Aku lanjutkan atraksiku hingga membuat mereka tertawa, meski hatiku menangis terluka.

Comments