Tersesat

Bisa juga dibaca di sini :
http://jejakubikel.com/2011/01/22/tersesat/


Tersesat 


Satu tahun lalu, kau genggam tanganku sebelum memasuki taman Maze di kawasan Taman Bunga Nusantara. Kau bilang kalau kita sama-sama tersesat, aku harus diam di tempat dan teriakkan namamu. Biar nanti kau yang mencariku. Supaya kita tak lebih tersesat karena saling mencari. Akhirnya ketika tersesat, aku melakukannya, dan kau berhasil menemukanku. Kita berpelukan di dalam taman Maze yang tingginya sebatas bahu orang dewasa. Diiringi melodi cinta yang dinyanyikan angin sore.


Jingganya senja mewarnakan rinduku. Satu tahun berlalu dan hatiku masih saja meneriakkan namamu, meski tahu kau tak akan pernah mencariku lagi. Setelah pertemuan terakhir kita, kau meninggal dunia karena kecelakaan mobil.


Aku terlanjur tersesat di Labirin kenangan. Enggan beranjak dari hatimu

Comments