Tragedi Kata

Bisa juga dibaca di sini :
http://jejakubikel.com/2011/01/02/tragedi-kata/


Tragedi Kata


Aku masih terkejut di depan televisi. Tsunami meluluh-lantakkan Aceh. Semua hancur tak bersisa. Tak peduli bangunan kokoh dengan konstruksi bangunan yang mungkin sangat terencana. Tak ada yang bisa mengalahkan rencana Tuhan. Yang harus terjadi, terjadilah.


Aku menghubungi nomor ponselmu. Tak ada nada sambung. Aku kirimkan pesan pendek, tidak juga terkirim. Aku berusaha menghubungi semua keluargamu. Nihil.


Baru beberapa hari kemudian aku membaca koran dan mendapati kabar bahwa kau dan seluruh keluarga besarmu meninggal dalam timbunan bangunan hotel yang hancur.


Setahun lalu sebelum kita putus, kau pernah sombong mengatakan usaha perhotelan keluarga besarmu tak akan bangkrut. Aku tak menyangka Tuhan bereaksi.


Mungkin tak ada hubungannya, tapi aku ngeri mengingat kata-katamu.

Comments