Peta Sesat

Hari ini aku meninggalkan Indonesia untuk melakukan penelitian di sebuah hutan belantara di Afrika. Aku pergi bersama sahabatku, oh tidak, lebih tepatnya selingkuhanku. Sudah tiga tahun ini kami melakukan hubungan gelap. Istrinya, juga suamiku, tak akan tahu hubungan gelap ini karena aku, dia, dan pasangan hidup kami berteman sangat dekat. Mereka berdua tak akan pernah tahu, bahwa selain melakukan penelitian bersama, kami juga akan ‘bulan madu’ di Afrika.

                                                                   ***

Hampir tiga hari kami tersesat di hutan ini. Peta yang diberikan suamiku ternyata sama sekali tak membantu.
“Semoga kalian bisa sehidup semati di sana,” hanya kata-kata itu yang terdengar saat aku mencoba meneleponnya.. Ponselnya langsung mati.

Peta sesat dari suamiku sudah menjawab semuanya.



Bisa juga dibaca di sini (Jejakubikel)

Comments