Tiket Menujumu

Aku mencintaimu, sejak mataku diberi izin oleh Tuhan untuk melihat wajah rupawan itu. Aku mencintaimu, sejak Tuhan mengizinkan telingaku mendengar suara merdumu untuk pertama kali. Aku mencintaimu, sejak kita saling mengenal sebagai dua sosok yang berbeda, yang kuharap suatu hari akan menjadi sama, dalam satu kata: cinta.

Aku masih tetap mencintaimu, meski Tuhan akhirnya menunjukkan ketidaksetujuan-Nya pada hubungan kita. Begitu banyak hal yang tak bisa dipaksa untuk disatukan, hingga aku tak sanggup membendungnya. Tapi aku masih saja mencari, sebuah celah yang mungkin masih bisa kumasuki.

Setengah memaksa selalu kuselipkan namamu dalam doa. Semoga kita bisa bersama selamanya. Tapi tiket pesawat menuju langit hatimu terlalu mahal, hingga aku harus menebusnya dengan nyawa.


Bisa juga dibaca di sini (Jejakubikel)

Comments