Pecinta Rahasia

Barangkali aku satu-satunya orang yang berjasa dalam karir penulisanmu. Aku ingat betul, saat kau dengan wajah lugumu datang ke gedung ini. Kau membawa satu bundel naskah novel yang ingin kauterbitkan. Tiga bulan kemudian kau datang lagi, namun jawaban tak kunjung kaudapat.

Sebagai editor yang suaranya paling diperhitungkan, aku coba membaca naskahmu. Aku, satu-satunya yang setuju naskahmu terbit, lainnya menolak. Demi naskahmu bisa terbit, aku nekat mempertaruhkan karirku di perusahaan penerbitan ini.

Kini tak sampai satu tahun sesudahnya kau sudah masuk jajaran penulis selebritas. Karirku selamat karena pertaruhanku tak sia-sia. Bukumu jadi salah satu dengan penjualan terbaik. Namun kau tak pernah mengenalku.

Barangkali aku, satu-satunya laki-laki yang mencintaimu, tanpa perlu kau tahu.


Note : bisa juga dibaca di Jejakubikel

Comments