Sudah Terkirim

Cerai. Hanya kata itu yang ada di benak setiap mengingatmu. Sudah tiga bulan kita pisah ranjang dan tak ada kejelasan apa pun tentang nasib rumah tangga. Anak-anak terlantar, karena masing-masing kita melempar tanggung jawab, tak seperti orang lain yang berebut hak asuh.

Kau masih dengan angkuhmu ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur, sedangkan peranmu sebagai ibu jelas lebih bermanfaat ketimbang mengurusi orang lain. Kau punya tanggung jawab moral untuk mendidik anak-anakmu agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Untuk apa kauperjuangkan orang lain tapi suami dan anak-anakmu hancur di tanganmu sendiri?

Tiba-tiba kau menelepon, menangis menerima suratku. Terlambat. Surat cerai yang terkirim ke rumahmu adalah keputusan yang sudah tak bisa diganggu gugat.


Note : bisa juga dibaca di Jejakubikel

Comments