Cinta Dalam Ketukan High Heels



Tik Tok Tik Tok … 

Tepat di langkah keempatku, kamu menoleh. Aku tahu, kamu selalu tahu kehadiranku. Aku tahu, kamu selalu menantikan kehadiranku. Aku selalu suka tatapanmu setiap kali melihat tubuhku melangkah menuju meja kerjaku.

Di kantor, komunikasi kita hanya lewat sepatu high-heelsku. Aku memberitahukan kedatanganku lewat ketukan, kau akan menoleh, dan tersenyum menyambut kedatanganku. Kau tahu kapan aku datang, kapan aku istirahat, dan kapan aku pulang, tanpa harus bibirku mengatakannya kepadamu.
Ini sudah membuatku bahagia … 


***

Dua tahun lalu,


Aku adalah golongan karyawan yang cukup sulit adaptasi dengan tempat kerja baru. Jika tak merasa cocok, aku memilih pergi, maka tak heran aku selalu pergi dari satu tempat ke tempat lain, bahkan tanpa permisi.


Kali ini aku diterima bekerja di tempat impianku. Bahagiaku berlipat karena ternyata aku mendapat seorang atasan yang sangat perhatian kepadaku.


Saking perhatiannya, ia selalu menyuruhku tidur tepat waktu, bangun tepat waktu, makan tepat waktu, bahkan datang dan pulang kerja tepat waktu.


Aku rasa aku mencintainya.


Aku rasa dia mencintaiku.


***

Setahun lalu,


Aku menemui lelakiku. Tidak, lelaki orang lain, suami orang lain. Aku menanyakan posisiku di hatinya.


“Tentu saja aku hanya menganggapmu rekan kerja, tidak lebih,” jawabnya.


“Oh ya? Lalu bagaimana dengan perhatianmu padaku selama ini? Bagaimana dengan hatiku yang terlanjur menaruh simpati?”


“Aku sudah beristri,”


“Bukan berarti kau tak boleh mencintaiku,”


“Aku tidak pernah mencintaimu,”


Lalu lelakiku pergi, tidak, maksudku lelaki orang lain, suami orang lain yang kucintai itu, pergi.
Sejak itu ia selalu semakin mesra dengan istrinya di Facebook dan Twitter-nya. Sejak itu ia selalu meng-upload foto anak lelakinya, memamerkan kebahagiaan rumah tangganya.


Hal yang selama ini tak pernah ia lakukan sebelumnya. Sepertinya demi nama baik 




*** 

Sembilan bulan lalu,,

Aku terkejut mendengar pernyataanmu dalam rapat bahwa kau sudah tak lagi menjadi atasanku. Kau naik jabatan sehingga harus melepaskan aku, yang notabene adalah bawahanmu di tempat ini, tempat kita sama-sama mencari sesuap nasi.

Sejak hari itu, kita tak pernah lagi berkomunikasi di kantor karena atasanku sudah berganti orang lain. Kau dengan caramu yang sangat professional betul-betul menjalankan tugasmu dengan baik, yakni sebisa mungkin tak menyapaku jika pekerjaan tidak menuntutmu begitu.

Secara professional seharusnya aku tidak merasakan apa-apa. Berganti atasan adalah hal biasa. Namun kehilanganmu dari keseharianku adalah hal yang tidak biasa. Hatiku menolaknya. Tapi aku tak bisa mengubah apa-apa.

Aku harus bekerja dibawah komando orang lain. Jarak ruangan barumu dan mejaku sebetulnya tidak begitu jauh, dan ruanganmu memiliki kaca transparan hingga kau bisa leluasa melihatku dari sudut sana. Tapi entah mengapa aku merasa ada tembok besar China menghalangi kita.

Aku tak bisa menyapamu biar satu kata.

Aku tak bisa mendekatimu biar sehasta.

Aku bertul-betul tersiksa tapi tak bisa berbuat apa-apa. 

*** 

Tik Tok Tik Tok …


Tepat di langkah keempatku, kamu menoleh. Aku tahu, kamu selalu tahu kehadiranku. Aku tahu, kamu selalu menantikan kehadiranku. Aku selalu suka tatapanmu setiap kali melihat tubuhku melangkah menuju meja kerjaku.

Mulutmu bisa berkata kau tidak mencintaiku. Mungkin kau orang yang terlalu takut mengambil resiko untuk main api denganku. Jabatanmu sudah semakin meninggi, aku tahu tak mudah mencapai posisi setinggi itu.

Aku tahu banyak hal yang kau pertaruhkan jika memilihku. Karir dan rumah tangga yang kau bangun belasan tahun tentu terlalu mahal jika kau tukar dengan diriku. Siapalah aku!

Maka aku biarkan saja kau tak mau mengakui perasaanmu padaku. I Love The Way You Lie kalau kata Rihanna dalam lagu terbarunya. Biarlah kau dustai hatimu yang selalu menyebut namaku disela nama istrimu.

Ketukan high heelsku menjadi saksi, selama kau masih menoleh setiap kali ketukan itu berbunyi, maka kau masih mencintaiku dalam hati.  



Just gonna stand there and watch me burn
Well that's alright because I like the way it hurts
Just gonna stand there and hear me cry
Well that's alright because I love the way you lie 
(I Love The Way You Lie ~ Rihanna)



Comments

Vira Cla said…
Bagus, Ten. Mengalir lancar! Eh tapi lo beli bukunya gak? :D
Tenni Purwanti said…
Beli dong, kan ada karya gue di dalamnya :D thanks yaaa udah baca cerpen gue *peluk cium* hihihi