Kotak Keabadian


Malam itu kau mengenakan gaun yang pernah aku pilihkan untukmu. Cantik. Sangat cantik. Kau meminta kita bertemu lagi, di tempat pertama kali kita bertemu. Aku mengabulkannya. Sebelum pesta pernikahanku, aku ingin menuntaskan apa yang menurutmu belum tuntas.


Kau mengeluarkan sebuah kotak musik yang sangat cantik. Kau memintaku untuk menyimpannya, seumur hidupku. Aku menerimanya dengan senang hati. Sebab hanya itu yang kau pinta, agar kau bisa melepas tubuhku untuk menikahi perempuan yang aku cintai setelah kamu.


Aku membuka kotak musik itu, mendengarkan alunan musiknya, sesuai inginmu. Merdu. Sangat merdu. Tiba-tiba aku terhisap ke dalamnya. Menjadi boneka dalam kotak musik. Lalu kau menutup dan menggenggam kotak hitam itu. Aku abadi, dalam genggam cintamu. 

Comments