Duta Besar Slovakia Potong Rambut Gembel di Dieng

Dieng Culture Festival sudah memasuki tahun ke-empat. Tahun ini, ada 7 anak yang dipotong rambut gembelnya. Salah satunya oleh Duta Besar Slovakia.


Siang itu begitu cerah di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (30 Juni 2013). Ritual pemotongan rambut gembel dimulai dengan kirab keliling desa sejak pukul 10.00 WIB. Tepat di tengah hari yang terik, ritual pemotongan rambut gembel pun dimulai di kawasan kompleks Candi Arjuna. Tujuh anak berambut gembel dipotong masing-masing rambutnya oleh tamu-tamu penting diantaranya Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo hingga Duta besar Slovakia, Stefen Rozkofal.

           
Entah mengapa, di antara tujuh anak yang dipotong rambut gembelnya, anak yang rambut gembelnya dipotong oleh duta besar Slovakia menangis sejak awal hingga akhir rambutnya dipotong. Mungkin saya yang berlebihan, tetapi demi tradisi, ritual itu diteruskan tanpa mempedulikan tangisan sang anak. Saya agak miris melihatnya. Dua besar Slovakia juga tampak tetap tenang memotong rambut gembel (saya sertakan video bagi yang ingin melihat suasana tersebut). Dan sejauh pengamatan saya, rambut anak yang dipotong tersebut adalah yang paling lebat di antara rambut anak lainnya.

Ritual pemotongan rambut gembel


Penggemar Bob Marley mungkin merasa rambut gembel sang musisi keren untuk ditiru. Ada masanya anak-anak muda menggembelkan rambutnya demi mengikuti gaya sang musisi. Tapi di dataran tinggi Dieng, ada anak-anak kecil tiba-tiba punya rambut gembel ini begitu saja. Padahal saat lahir, rambut mereka normal. Lalu tiba-tiba rambut gembel itu tumbuh saat mereka beranjak besar.
            
Warga Dieng percaya bahwa mereka ini keturunan dari pepunden atau  leluhur pendiri Dieng dan ada makhluk yang “menghuni” dan “menjaga” rambut gembel mereka. Sebab, gembel yang mereka punya bukan turunan dari orang tua. Anak mana pun bisa tiba-tiba punya rambut gembel ini. Untuk itu, masyarakat perlu menjaga dan merawat anak yang memiliki rambut gembel. Namun, rambut gembel tidak boleh selamanya bersarang di kepala si anak gembel. Melalui sebuah prosesi, rambut ini harus dipotong karena ada kepercayaan bahwa jika dibiarkan hingga remaja maka akan membawa musibah bagi si anak dan keluarganya. 



Prosesi pemotongan tidak boleh sembarangan. Anak gembel sendiri yang menentukan waktunya. Jika dia belum meminta, maka gembel akan terus tumbuh walaupun dipotong berkali-kali. Selain ritual-ritual yang harus dilakukan, sang orang tua juga harus memenuhi permintaan anaknya. Sesulit dan sebanyak apa pun permintaan sang anak, maka orang tua harus menuruti. Jika tidak, maka dipercaya sang anak akan jatuh sakit. Inilah yang melatar belakangi ritual pemotongan rambut gembel di dataran tinggi Dieng. Meski sudah bertahan ratusan tahun, namun, ritual ini baru masuk agenda festival selama empat tahun terakhir.



Tahun ini, ada tujuh anak yang dipotong rambut gembelnya, yakni: Nuria (7) asal Desa Karangtengah, Kecamatan Batur; Lista bin Latif dari Desa Curug, Garung, Wonosobo; Agifari Yulianto (7) dari Desa Sumberejo; Mazaya Filza Labilah (7) dari Tambun Selatan, Bekasi; Alira (3) dari Sumberan Barat, Wonosobo; Sasa Bin Jaozi (6) dari Mojotengah, Wonosobo; serta Tita (5) asal Mojotengah, Wonosobo.

Dieng Culture Festival




Dieng Culture Festival (DCF) adalah acara tahunan yang menjadi daya tarik pariwisata Dieng setiap tahun. Festival ini sudah berjalan selama 4 tahun. DCF adalah sebuah event yang diselenggarakan atas kerjasama Equator Sinergi Indonesia, Pokdarwis Dieng Pandawa dan Dieng EcoTourism. Dieng Culture Festival merupakan gabungan konsep budaya dengan wahana wisata alam, dengan misi pemberdayaan ekonomi masyarakat Dieng.
           
Tahun 2013 ini, selama tiga hari penyelenggaraan, DCF telah menyuguhkan beragam atraksi menarik bagi para wisatawan asing maupun domestik, diantaranya pada hari pertama ada pembukaan DCF, pelepasan napak tilas budaya oleh Pemangku Adat dan kunjungan stan pameran, gelar seni rradisional, serta festival lampion.

Lalu hari kedua ada serangkaian acara minum purwaceng bareng, pelepasan balon-balon tradisional, pagelaran seni tari tradisional, pagelaran wayang kulit, dan pesta kembang api.


            
Hari ketiga, atau hari terakhir, adalah hari yang ditunggu. Sebab rangkaian acaranya adalah: kirab cukur rambut anak gembel, jamasan rambut anak gembel, prosesi pencukuran rambut anak gembel, dilanjutkan dengan pengumuman nominasi Festival Film Dieng, dan ditutup dengan gelaran jazz di atas awan.




Teks, foto, dan video oleh Tenni Purwanti



Comments

adekmedia said…
Mbak Tenni. Saya Adek dari Tempo. Saya minta izin untuk menggunakan video ritual rambut gimbal itu. Terimakasih. Adek