So Real/Surreal


"Semua yang sifatnya jangka panjang hanya akan melukai. Karena setiap hal pasti akan hilang, pergi, atau mati. Dan semakin lama kita berhubungan dengan mereka, kepergiannya semakin menyakitkan." (halaman 75).

"Aku membenamkan diri dalam buku-buku dan video game. Namun bukan kepada buku-buku dan video game aku kecanduan, tetapi pada realita-realita palsu di dalamnya. Aku ketagihan pada melarikan diri dari kenyataan. Tetapi justru barangkali berbagai realita rekaan itulah yang membantuku dapat berhubungan kembali dengan hidup sedikit demi sedikit." (halaman 149).

"Tangisku baru reda selepas malam. Dan aku menghabiskan sisa waktu hingga pagi duduk memikirkan apa yang baru saja terjadi. Hal seperti ini selalu terjadi padaku. Selalu dilakukan oleh orang yang kupercaya. Orang yang selalu kuanggap sebagai pengayom. Aku benci mereka. Aku benci pengkhianat-pengkhianat itu. Dan mungkin aku benci pada diriku sendiri yang tidak mampu menghindari semuanya." (halaman 154).


Novel So Real/Surreal karya Nugroho Nurarifin
Tebal buku: 176 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Saya membeli buku ini sebetulnya iseng, saat Gramedia melakukan sale buku. Saya menemukan buku sudah di-sale dengan sangat murah (tak tega menyebutnya). Entah apa alasan penerbit memutuskan menjual murah buku ini. Padahal isinya berkualitas dan tidak layak diobral!


Bagi saya buku ini punya plot yang kreatif. Kisah 4 tokoh utama diceritakan melompat-lompat dalam satu bab, membuat pembaca harus ekstra konsentrasi untuk menebak siapa yang sedang bicara. Mungkin teknik bercerita beberapa tokoh lompat-lompat sudah banyak penulis yang bisa melakukannya. Tetapi menggunakan 4 gaya bahasa yang berbeda dalam satu novel, tentu harus ekstra sabar menulisnya.

Buku ini saya 'lahap' habis hanya dalam sekali duduk, karena ceritanya memang sebetulnya sederhana, dan ditulis dalam genre metro pop. Saya jarang sekali baca metro pop, karena biasanya membuat saya langsung menutup buku itu sebelum masuk bab 2. Tapi buku So Real/Surreal ini sukses menahan mata saya membaca sampai halaman terakhir. Saya sukses dibuat penasaran, dan twist ceritanya dapet banget! 

Salut sama penulisnya! 

NB : selain karena ditulis dengan kreatif, novel ini juga sempat menampar saya soal masa lalu, trauma, dan sisi gelap hidup ini. Saya pernah ada di posisi tokoh utama si manusia 'sekali pakai'. Meski tidak sama persis, saya tahu bagaimana rasanya :)

Buku ini layak baca dan layak koleksi :)



Comments