Kepada Lolita


Barangkali kau begitu membenci ayah tirimu karena telah membuatmu kehilangan masa remaja dan keperawanan sekaligus. Barangkali kau begitu jijik setiap kali mengingatnya, sebab kenangan yang bisa kau ingat hanyalah pesetubuhanmu dengan orang yang seharusnya menjadi pelindung saat kau tak punya sesiapa di dunia ini. Barangkali menurutmu cinta yang normal adalah ketika kau bersama dengan lelaki seusiamu, menikah, dan punya anak. Itu sebabnya kau merencanakan melarikan diri dari Humbert dan memulai hidup baru dengan lelaki yang kau pilih.

Kau tidak salah, Lolita, dan itu hakmu untuk memilih.

Tetapi ketahuilah, mungkin aku satu-satunya di dunia ini yang begitu cemburu kepadamu. 

Di dalam hidupku, aku tak pernah dicintai begitu dalam, seperti cinta Humbert kepadamu. Meski mungkin tak satu pun di dunia ini pula yang akan menyetujui cara Humbert mencintaimu, selain aku. 

Lolita, 
Siapakah yang berhak memberi standar seperti apa seharusnya kita mencintai dan dicintai? Mengapa semua orang harus menghukum Humbert karena cintanya kepadamu? Ia diberi label pedofil yang kemudian harus menghabiskan hidupnya di rumah sakit jiwa dan bangsal tahanan. Padahal ia hanya ingin mencintaimu dengan caranya. Mengapa ia harus dihukum?

Lolita,
Mungkin kau tak akan pernah tahu, bahwa banyak sekali perempuan di belahan dunia ini yang diperkosa, lalu dibunuh, atau diperkosa lalu hamil dan si lelaki brengsek itu lantas menghilang dari dunia. Banyak sekali perempuan yang dipakai tubuhnya lalu dicampakkan. Banyak pula perempuan yang diperdagangkan. Banyak. Banyak sekali, Lolita. Mereka tak punya pilihan. Dan kau adalah perempuan beruntung karena Humbert tak pernah memperlakukanmu sebagai benda. Meski birahinya terkadang begitu menggebu kepadamu, tapi ia selalu memperhatikan kebutuhanmu. Ia beri kau perjalanan menyenangkan keliling Amerika Serikat, menghujanimu dengan hadiah-hadiah, mengajakmu menonton, menyekolahkanmu, dan membiarkanmu dekat dengan anak lelaki seusiamu. 

Lolita, 
Meski kau bukan cinta pertama Humbert, dan ia mencintaimu karena kemiripanmu dengan Annabel, cinta pertamanya, namun ketahuilah bahwa kau adalah yang terakhir. Setelah mencintaimu, Humbert tak pernah bisa mencintai siapa-siapa lagi. Ia bahkan mengabadikanmu ke dalam tulisan, menulis kenangan akan dirimu dengan begitu detail. Aku tak pernah dikagumi sedemikian detail. Aku yakin, Lolita, hanya sedikit sekali perempuan di dunia ini yang dicintai dengan begitu detail. Kamu adalah salah satu yang beruntung.

Anggap saja surat ini ku tulis untuk mengutuki ketidakberuntunganku sendiri. Dan mungkin saja jika surat ini sampai ke tanganmu, kau akan menganggapku perempuan tak punya hati, karena menganggap penderitaanmu adalah anugerah. 

Tapi ketahuilah, Humbert mencintaimu hingga akhir hayatnya. Dan laki-laki yang hanya mencintai satu perempuan saja sepanjang hidupnya sampai ia mati, sudah langka.


Salam,
dari perempuan yang sedang mengutuki ketidakberuntungannya dalam Cinta. 





Comments