Jika Suatu Hari Aku Menjadi Ibu

: RR

Jika suatu hari nanti anak perempuanku lahir dan sudah bisa ku ajak bicara, akan ku katakan sebetulnya aku ingin ia lahir dari benihmu. Benih lelaki yang ku sayangi. Tetapi aku terpaksa menikahi orang lain, demi masa depan yang pasti.

Aku akan katakan kepada anak perempuanku itu bahwa aku sangat mencintaimu. Tetapi cinta saja rupanya tidak cukup. Cinta harus disertai dengan tanggung jawab dan komitmen. Bukan cuma janji, yang bisa diucapkan oleh siapa saja. Akan ku katakan kepada anak perempuanku bahwa kamu, lelaki yang ku cintai dikalahkan oleh lelaki yang kini menjadi ayahnya, seorang lelaki pemberani yang datang melamar ke rumah orang tuaku untuk menghidupiku seumur hidup.

Akan ku katakan kepada anak perempuanku, bahwa ia bisa saja kelak tidak mengikuti jalanku. Ia bisa saja memilih untuk mencintai seorang lelaki yang dicintainya, meski tak punya masa depan yang jelas. Suaminya nanti tak perlu sama seperti suamiku atau ayahnya itu. Suaminya kelak bisa saja sepertimu, yang mencintaiku tapi tak tahu bagaimana cara menghidupiku.

Anak perempuanku akan ku ajari bahwa menjalani kehidupan manusia dewasa itu tidak mudah. Ia akan dihadapkan pada banyak pilihan dan masing-masing memiliki risiko. Jika ia kelak memilih lelaki sepertimu, ia harus tahu bahwa risikonya adalah jika lelaki itu menghilang, ia tak akan tahu harus mencarinya ke mana. Jika ia memang siap terluka, akan ku berikan kebebasan padanya untuk pergi, untuk hidup bersama lelaki pilihannya.

Aku akan meminta anak perempuanku menemuimu. Agar ia tahu lelaki seperti apa yang pernah begitu ku sayangi. Ia akan tahu cara membedakanmu dengan ayahnya. Maka kelak ia akan memutuskan ingin mencari pendamping sepertimu atau seperti ayahnya.

Semoga kelak ketika melihat anak perempuanku itu kau akan ingat, bahwa kau pernah begitu ingin menjadi ayah kandungnya.



Comments