Perempuan dalam Pelukan



Cerpen ini dimuat di Jakartbeat.net



“Ayah merasa menang karena saya terus gagal dalam menjalin hubungan. Ia menyalahkan saya bahwa saya pembangkang, sehingga para lelaki meninggalkan saya. Ayah bilang saya sulit diatur makanya lelaki pergi dan tak sudi menikahi saya. Ia tidak pernah tahu apa yang terjadi, betapa sulitnya saya mewujudkan mimpi, bertahan hidup sendiri di Jakarta dan berusaha menjalin hubungan yang serius. Ayah malah terus menyalahkan saya dan mengatakan semua karena ulah saya sendiri yang meninggalkan rumah dan tak menuruti kata-katanya. Seharian ini ayah terus menelepon dan memerintahkan saya pulang. Ia tahu saya baru putus dengan pacar saya yang melanjutkan sekolah ke Inggris. Saya sedang berusaha menyelamatkan hubungan saya hari ini tetapi komunikasi kami sulit sekali. Ditambah teror ayah, saya tidak kuat lagi ...”

Comments