Pelajaran dari (Film) Kartini



Tulisan ini dimuat di Magdalene.co
Link: 
http://magdalene.co/news-1184-pelajaran-dari-film-kartini.html




Seperti kata Pramoedya, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Kartini mengabadikan penderitaannya, keinginannya untuk memperoleh pendidikan, harapannya untuk mencintai lelaki yang ia cintai dan keberaniannya dalam mendobrak patriarki, dalam tulisan. Hingga kini, 113 tahun setelah kematiannya, surat-suratnya masih dicari, masih dibaca, masih tersimpan di perpustakaan-perpustakaan. Buku Pram tentang Kartini juga masih dicetak ulang. Untuk perempuan muda berusia 18 tahun yang meninggal pada usia 25 tahun, perjuangan Kartini sangat progresif di zamannya. Apa yang dilakukan para gadis masa kini di usia 18 hingga 25 tahun?



Comments