Perempuan Perempuan Sang Binatang Jalang



Sebagai pembaca karya-karya Chairil saya pernah menafsir puisi cintanya sebagai wujud ketidakberdayaan Chairil untuk memikat perempuan-perempuan itu karena ia lulusan sekolah rendah, hidup bohemian, dan sakit-sakitan. Bukan karena Chairil seorang yang suka bermain perempuan. Tetapi tentu saja puisi bersifat multitafsir. Di pertunjukan ini, kelajangan Chairil dikaitkan dengan kejalangannya dalam soal cinta. Chairil menonjol sebagai lelaki playboy yang suka menjerat hati perempuan dengan sajak-sajaknya, namun tak mengerti bagaimana cara membahagiakan mereka. Perempuan akan memilih kebahagiaannya, dan aku dengan kesepianku.

Ulasan saya tentang pertunjukan Perempuan Perempuan Chairil, dimuat di Jakbeat. Selengkapnya di link berikut:
https://www.jakartabeat.net/resensi/konten/perempuan-perempuan-sang-binatang-jalang?lang=id

Comments